Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan Sekolah

Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan Sekolah – Lingkungan sekolah yang sehat sangat penting untuk kesejahteraan warga sekolah dan lingkungan itu sendiri. Bab pencemaran lingkungan seringkali muncul dalam soal UN SMA, sehingga memahaminya dengan seksama dan mempraktekannya akan sangat berguna. Untuk para orangtua yang membutuhkan edukasi dan pengajaran lebih untuk siswa, temukan solusinya di edutore.com.

Apa Itu Pencemaran Lingkungan Sekolah?

Cara mencegah terjadinya pencemaran di sekolah

Pencemaran lingkungan terjadi ketika agen fisik, kimia, atau biologis tertentu muncul di lingkungan dan menghasilkan efek berbahaya pada ekosistem asli, yang jika dibiarkan terus menerus akan merusak kehidupan di planet ini. Sebenarnya, pencemaran lingkungan telah ada selama berabad-abad, tapi baru mulai signifikan setelah revolusi industri pada abad ke -19.

Upaya untuk Mengatasi Pencemaran Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah yang tercemar disebabkan oleh banyak faktor, namun sebagian besar karena pengaruh warga sekolah terhadap lingkungan. Ada banyak cara sederhana namun efektif yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk mencegah pencemaran. Berikut adalah beberapa diantaranya.

Buang Sampah Pada Tempatnya

Sediakan tempat sampah di setiap kelas, kantin, toilet, ruang guru, perpustakaan, taman/halaman, dan ruang-ruang lain di sekolah. Pisahkan juga tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik.

Kebiasaan membuang sampah di halaman sekolah atau selokan tidak hanya akan membuat sarang nyamuk, tapi juga menyebabkan sampah menumpuk dan membusuk. Bau busuk dari sampah akan mengotori udara dan tentu saja kualitas O2 yang masuk ke dalam hidung dan paru-paru menjadi tidak sehat.

Jalan Kaki atau Bersepeda

Banyaknya kendaraan bermotor menjadi faktor utama polusi udara di Indonesia, terutama kota-kota besar seperti Jakarta. Dan tentu saja, polusi udara adalah bagian dari pencemaran lingkungan. Asap kendaran bermotor mengandung sulfur dioksida yang merupakan polutan utama yang merusak kandungan O2 dan alam.

Berikan edukasi kepada para siswa dan guru untuk meminimalisir penggunaan sepeda motor atau mobil saat pergi ke sekolah. Jika jarak sekolah tidak terlalu jauh, berjalan kaki atau bersepeda adalah pilihan cerdas.

Jalan kaki dan bersepeda tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tapi juga baik untuk kesehatan badan. Namun, jika jarak rumah dan sekolah terlalu jauh, menggunakan kendaraan umum adalah solusi terbaik.

Hindari Penggunaan Plastik

Menggunakan sedikit plastik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah salah satu upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan sekolah. Sebaiknya pihak kantin sekolah mulai mengurangi atau berhenti menggunakan plastik untuk menyajikan makanan dan minuman.

Sebagai gantinya, pihak kantin sekolah bisa menggunakan bahan alternatif yang ramah lingkungan, seperti sendok makan kayu, sedotan kaca/stainless steel, atau botol minum kaca untuk mengurangi minuman dalam kemasan plastik. Arahkan juga para siswa dan guru untuk selalu membawa tas khusus belanja yang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Kerja Bakti

Jadwalkan kerja bakti di lingkungan sekolah 3 atau 2 minggu sekali. Dalam kegiatan ini, libatkan seluruh warga sekolah, tidak hanya siswa, tapi juga guru dan karyawan sekolah. Bersihkan seluruh lingkungan sekolah terutama got/parit. Got yang bersih tanpa sampah akan membuat aliran air lancar dan mencegah banjir.

Selain itu, got bersih juga tidak akan menimbulkan bau yang akan mencemari udara. Meskipun sebagian besar sekolah sudah memiliki tukang kebun, tapi kegiatan kerja bakti di sekolah adalah salah satu cara efektif untuk mengajarkan murid dalam hal menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran lingkungan.

Tanaman Penangkal Polusi

Tanaman hias dan pohon-pohon hijau lainnya tidak hanya berfungsi untuk mempercantik ruang sekolah saja, tapi juga salah satu upaya untuk mencegah pencemaran udara. Tanaman mampu menyerap CO2 dan melepaskan oksigen, mengurangi suhu sekitar, dan membersihkan udara dari zat pencemar. Menanam pohon di lingkungan sekolah dapat mengurangi efek polusi dari luar.

Sedangkan tanaman indoor bisa menjadi pembersih udara yang sangat baik. Salah satu tanaman indoor yang populer adalah Sansevieria atau lidah harimau. Secara khusus, tanaman ini sangat ideal untuk menghilangkan partikel yang merusak O2, sangat tahan terhadap serangga, dan dapat bertahan dalam suhu 40 derajat hingga di bawah nol.