Iklan komersial sering lolos tayang, lalu bermasalah karena hak yang tidak tuntas. Tiga aset paling rawan adalah musik, talent, dan footage. Ketiganya butuh izin tertulis yang jelas soal durasi, wilayah, dan media sebelum produksi dimulai.
Musik Bagus Belum Tentu Aman Dipakai

Lagu yang enak didengar tidak otomatis boleh dipasang di video promosi. Penggunaan musik biasanya butuh dua izin terpisah. Izin pertama datang dari pencipta atau penerbit untuk komposisinya. Izin kedua datang dari label atau pemilik rekaman untuk master suaranya.
Lisensi semacam ini lazim disebut sync license. Isinya mengatur durasi pemakaian, wilayah tayang, dan media yang diizinkan. Musik berlabel bebas royalti pun tetap perlu dibaca syarat komersialnya. Tim produksi sebaiknya menyimpan bukti lisensi sejak proses editing dimulai.
Wajah di Layar Juga Punya Aturan Main
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta mengatur soal potret. Pasal 12 mensyaratkan persetujuan tertulis dari orang yang dipotret. Aturan ini berlaku untuk potret yang dibuat bagi kepentingan reklame atau periklanan. Jika yang tampil dua orang atau lebih, persetujuan diminta dari setiap orang tersebut.
Bayangkan merek minuman memakai wajah seorang model untuk iklan digital selama setahun. Kontrak awal ternyata hanya mencakup tayangan televisi enam bulan. Perpanjangan ke media sosial tanpa izin baru bisa berujung sengketa.
Footage Stok: Murah di Awal, Mahal di Belakang
Footage dari pihak ketiga sering dipakai untuk menghemat biaya produksi. Masalah muncul ketika lisensinya hanya untuk penggunaan editorial. Penggunaan komersial umumnya memerlukan jenis lisensi yang berbeda. Bukti lisensi sebaiknya disimpan bersama berkas proyek.
Footage lokasi juga punya catatan sendiri. Gedung, logo, atau produk merek lain yang tampil jelas bisa memerlukan izin tambahan. Pengecekan sebelum syuting jauh lebih murah daripada penyuntingan ulang setelah video selesai.
Tabel Cek Cepat untuk Tiga Aset Hak
Tabel berikut merangkum dokumen dan risiko dari tiap aset. Tim produksi bisa memakainya sebagai daftar periksa awal.
|
Aset |
Dokumen yang diminta |
Hal yang dipastikan |
Risiko jika terlewat |
|
Musik |
Sync license dan master license |
Durasi, wilayah, media |
Iklan diturunkan atau diklaim pemilik hak |
|
Talent |
Kontrak dan model release |
Masa pakai, media, eksklusivitas |
Tuntutan atas pemakaian di luar kesepakatan |
|
Footage |
Lisensi komersial atau izin lokasi |
Jenis penggunaan dan atribusi |
Penurunan konten dan biaya lisensi ulang |
Urutan Kerja agar Hak Tuntas Sebelum Kamera Menyala
Beberapa langkah berikut bisa diterapkan sejak tahap pra-produksi:
- Susun daftar semua aset berhak cipta saat storyboard disetujui.
- Tetapkan media tayang dan masa kampanye sebelum negosiasi lisensi dimulai.
- Minta talent dan figuran menandatangani model release sebelum syuting.
- Simpan lisensi musik dan footage dalam satu folder proyek.
- Catat tanggal berakhir setiap izin di kalender kampanye.
- Siapkan musik pengganti jika negosiasi lisensi tidak berhasil.
Satu Dokumen Rujukan untuk Semua Pihak
Masalah hak sering muncul ketika tanggung jawab antara brand, agensi, dan tim produksi tidak tertulis. Masing-masing pihak merasa pihak lain sudah mengurus izin. Akibatnya, pengecekan baru dilakukan setelah iklan tayang.
Brand yang memilih production house di Jakarta sebaiknya menanyakan siapa yang mengurus perizinan. Jawabannya perlu masuk ke kontrak kerja. Isinya mencakup batas waktu, wilayah, dan media penggunaan.
Skenario sederhana bisa membantu. Sebuah kampanye tayang di televisi selama tiga bulan, lalu diperpanjang ke platform digital. Tanpa catatan masa berlaku, tim baru sadar izin musik sudah habis setelah ada teguran. Kalender izin yang diperbarui rutin mencegah kejadian seperti itu.
Tiga Pertanyaan yang Sering Muncul
- Apakah musik bebas royalti pasti aman untuk iklan komersial? Tidak selalu, karena syarat penggunaan komersial tetap harus dibaca pada lisensinya.
- Apakah figuran perlu menandatangani persetujuan? Perlu, karena wajah yang tampil dalam iklan termasuk potret yang butuh persetujuan tertulis.
- Siapa yang bertanggung jawab atas izin hak dalam produksi iklan? Tanggung jawab ditentukan dalam kontrak, sehingga pembagian peran harus tertulis sejak awal.
Pengelolaan Hak sebagai Standar Baru Produksi Video
Banyaknya kanal tayang membuat pencatatan hak makin penting. Satu video kini bisa muncul di televisi, media sosial, dan situs merek sekaligus. Hak yang tercatat rapi memudahkan konten dipakai ulang tanpa sengketa. Rumah produksi seperti High Angle menjadi referensi bagi brand yang ingin membahas pembagian perizinan sejak pra-produksi.