Sejarah Masjid Agung Baiturrahim di Gorontalo

Sejarah Masjid Agung Baiturrahim di Gorontalo. Masjid merupakan rumah Allah SWT, yang biasa para umat islam digunakan untuk melaksanakan ibadah shalat. Tak hanya itu, umumnya masjid pun digunakan untuk proses belajar dan juga mengajar keagamaan atau biasa kita sebut dengan mengaji. Tetapi, masjid pun dapat digunakan banyak hal secara luas oleh para kaum muslimin. 

Di daerah provinsi gorontalo, ada salah satu masjid tertua dan juga terbesar ialah masjid agung baiturrahim. Masjid itu dibangun pada tahun 1728 sama raja botutihe yang saat itu sedang menjabat sebagai raja gorontalo. Masjid agung baiturrahim ini berada tepat di pusat kota gorontalo.

Masjid Agung Baiturrahim dibangun tepat di pusat Pemerintahan Kerajaan (Batato). Antara lain ialah rumah raja (yiladiya), Balai Ruang atau Balai Musyawarah (Bantayo Poboide), rumah kediaman Apitaluwu atau Pejabat Keamanan Kerajaan (Loji) dan juga rumah – rumah pejabat kerajaan atau Bele Biya / Bele Tolotuhu.

Sejarah Masjid Agung Baiturrahim di Gorontalo

 

Sejarah Masjid Agung Baiturrahim di Gorontalo

Lalu sesuai dengan perkembangan masyarakat, pemerintahan dan juga kaum muslimin. Masjid yang sebelumnya memakai bahan dari kayu lalu diganti dan dibangun ulang. Yang direnovasi diantaranya salah satunya ialah bangunan tiang masjid diganti sama bangunan yang berdinding dan juga berfondasi batu. Masjid tersebut direnov oleh raja unonongo pada tahun 1175 H atau 1761 masehi dengan tebal dinding 0,80 m. 

Ketika sekitar tahun 1938 bangunan masjid itu tertimpa bencana alam yaitu gempa bumi, yang membuat bangunan masjid menjadi hancur.

Dari kejadian itu pelaksanaan ibadah shalat dan ibadah – ibadah yang lain menjadi pindah ke bangunan darurat sekitar masjid hingga pada tahun 1946. Abdullah Usman yang saat itu sebagai Pimpinan B.O.W, mengadakan pembangunan masjid kembali pada tahun 1946 dan 1947.

Pada saat tahun 1964 Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo diperluas kembali dengan penambahan serambi di sebelah utara dan barat oleh panitia yang dipimpin dengan T. Niode dan juga wakil ketuanya Haji Yusuf Polapa sebagai pelaksana harian. Dan pada saat tahun 1969 di buat kembali satu panitia yang baru yang diketuai oleh K.O. Naki, B.A. dan A. Naue ditunjuk pelaksana setiap hari serta Kadi Abas Rauf ditunjuk pelaksana memimpin Ibadah. Perbaikan – perbaikan masjid masih terus dikerjakan sampai pada bulan September tahun 1979 yang dipimpin oleh Sun Bone.

Di tahun 1982 ada perombakan untuk perbaikan di bagian selatan masjid yang bertujuan untuk menambah area jamaah wanita oleh Bapak Drs. Haji Hasan Abas Nusi, Walikotamadya Gorontalo. Tahun 1988 dilakukan penataan pagar dan halaman oleh Bapak Drs. Ahmad Najamuddin, sebagai pimpinan Walikotamadya KDH Tingkat II di kota Gorontalo.

Di pertengahan tahun 1996 ada perbaikan bor sumur sebagai tempat pengambilan air wudhu dan pendirian Menara Masjid oleh Bapak Drs. Hi. Ahmad Arbie, selaku Walikotamadya Tingkat II Gorontalo. Lalu pada tahun 1999, tepatnya hari rabu tanggal 13 oktober (3 Rajab 1420 H). Masjid Agung Baiturrahim diresmikan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di Istana Merdeka.

Penulis ada informasi harga karpet masjid murah terbaru di toko karpet masjid di bekasi paling laris seIndonesia. Info bisa di dapatkan pada artikel terbaru selanjutnya dari web ini.