5 Cara Budidaya Ikan Nilem Sampai Panen

Budidaya ikan nilem terbilang legit, karena tingkat persaingan masih minim, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi. Ternak ikan nilem juga dapat dilakukan oleh pemula. Masyarakat pulau Jawa mayoritasnya mengkonsumsi ikan nilem dan mulai dikenalkan di Sulawesi.

Ikan nilem menjadi hasil sampingan bagi pembudidaya ikan gurame, ikan mas, dan ikan nila. Berikut adalah langkah-langkah budidaya ikan nilem:

1. Syarat Lokasi

Dikutip dari Suksespedia, ikan nilem sering menjadi pilihan bagi pelaku budidaya di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Lokasi ideal adalah pada ketinggian 150-1000 m permukaan laut. Sedangkan suhu udara ideal adalah 18-28 derajat Celcius.

2. Kolam Budidaya Ikan Nilem

Terdapat dua kolam untuk budidaya nilem, kolam tanah dan kolam semen. Gunakan kolam tanah untuk pembesaran larva sampai siap panen. Selanjutnya, kolam semen idealnya untuk proses pemijahan.

Kolam semen minim lumpur dan kondisinya cenderung bersih, sehingga anda dapat memantau proses pemijahan serta pengambilan telur.

Kolam tanah bagus untuk larva karena terdapat lebih banyak pakan alami. Sehingga, ikan bisa tumbuh lebih cepat dan mempersingkat masa panen.

5 Cara Budidaya Ikan Nilem Sampai Panen

3. Pilih Indukan

Indukan berkualitas berusia dari 1-1,5 tahun. Indukan jantan dan betina berkualitas berbobot 180-250 gram tiap ekor. Hindari indukan cacat, pilih indukan lincah dan sehat. Indukan betina sebaiknya harus matang gonad.

4. Tahap Pemijahan

Berikutnya adalah proses pemijahan pada kolam semen berukuran 2×3 meter. Isi kolam dengan air sampai ketinggian 50 cm, tambahkan jaring atau hapa berukuran 1×1 meter pada bagian tengah kolam.

Pisahkan indukan jantan dan betina untuk mencegah pemijahan dini. Beri pakan, dan ketika sudah hendak proses pemijahan, puasakan indukan selama dua hari supaya lemak dan kotoran bersih.

Masukkan 1 jantan dan 2 betina pada kolam, dan telur akan muncul setelah 8 jam dari waktu pemijahan. Biarkan sampai telur menetas sendiri dalam waktu dua hari menjadi larva.

5. Proses Pemeliharaan Benih

Sebelum memindahkan larva ke kolam pembesaran, pastikan kolam sudah anda keringkan sampai dua hari. Beri kapur dolomit 50 gram untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit.

Isi kolam dengan air dan biarkan selama dua hari, lalu pindahkan larva ke kolam pembesaran. Beri pakan bernutrisi, termasuk lumut dari limbah peternakan ayam, plankton, dan jika sudah dewasa, beri pakan pelet ikan dan dedak.

6. Panen Ikan

Budidaya ikan nilem terbilang pendek, yaitu tiga bulan saja. Anda dapat menjualnya ke pasar, atau langsung ke konsumen. Cara panen terbilang mudah yaitu kuras kolam menggunakan jaring. Jika hasil panen berkualitas, jual di swalayan besar.