Tema Karangan

Membahas mengenai tema karangan pasti tidak asing di telinga Anda bukan? Memang kata – kata ini sudah mendunia apalagi bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Sudah pasti hal tersebut telah menjadi aktifitas penting atau bahkan selalu di sangkut pautkan dalam pelajaran.

Apa Itu Tema Karangan?

Setiap orang pasti suka mengarang, karena dengan ini mereka bisa menyalurkan pikiran dengan baik. Sesuai dengan namanya, tema karangan bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Salah satunya, dari karangan yang telah selesai dan juga saat proses membuatnya.

Dilihat dari sebuah karangan telah selesai, tema diartikan sebagai amanat utama yang akan disampakan oleh penulis. Sedangkan saat proses membuanya, setiap orang orang akan membatasi tema dengan rumusan agak berlainan. Artinya harus memilih topik atau pokok pembicaraan.
 

Jenis Tema Karangan

Sebelum Anda mengarang, ketahui beberapa jenis dari tema karangannya terlebih dahulu. Supaya nantinya tidak bingung. Pada umumnya, dibagikan menjadi lima yaitu narasi, eksposisi, deskripsi,dan juga argumentasi. Semua juga berlaku pada geguritan bahasa Jawa.

Narasi

Narasi merupakan karangan yang isinya menyajikan serangkai peristiwa dan disusun menurut urutan waktu. Contohnya novel, cerpen, romansa, biografi dan masih banyak lagi lainnya. Biasanya jenis ini lebih sering dijumpai dan dibaca oleh sebagian para remaja.

Eksposisi

Eksposisi yakni karangan dengan bentuk memaparkan, memberikan keterangan, menjelaskan atau memberikan informasi dengan pengetahuan secara jelas dan singkat, padat serta akurat. Dikenal sebagai teks yang menambah wawasan si pembaca.

Deskripsi

Deskripsi adalah karangan yang isinya menggambarkan/melukiskan suatu objek atau peristiwa seakan – akan si pembaca dapat melihat, merasakan, mendengar serta mengalami sendiri. Jenis ini berkaitan pada panca indera.

Argumentasi

Argumentasi yakni jenis karangan dengan isi pendapat suatu topik yang bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi si pembaca. Bisa berupa alasan, contoh nyata dan juga bukti. Ini dapat mengelabuhi agar yang membacanya memiliki pemikiran sama.

Itulah penjelasan mengenai tema karangan yang bisa dipelajari sebelum memulai untuk mengarang. Hal ini juga berlaku pada geguritan bahasa Jawa, karena memang pada dasarnya karya sastra semuanya sama.