Inilah Penjelasan Lengkap Cara Memandikan Jenazah

Ketika jasad sudah tidak bernyawa, maka perlu sekali dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikebumikan.

Urusan memandikan jenazah memang menjadi urusan yang sebaiknya diketahui oleh semua orang karena nantinya bisa jadi kita membutuhkannya ketika keluarga meninggal dunia.

Terdapat beberapa versi yang membahas tentang pemandian jenazah yang biasanya identik dengan aturan agama. Untuk agama apapun, sebenarnya pemaknaan pemandian jenazah hanya untuk membersihkan jasad sebelum benar-benar dimakamkan misalnya di San diego hills

Pemandian jenazah ini sebagai bentuk membersihkan jasad yang terakhir kalinya sebelum menyatu dengan bumi.

Memandikan Jenazah yang Beragama Islam

Namun, untuk agama Islam sendiri memiliki sedikit tambahan aturan atau syariat yang mengatur tentang pemandian jenazah.

Hal ini berkaitan erat dengan kewajiban orang disekitar yang melihat adanya orang meninggal yaitu memandikan hingga menguburkannya. Sedangkan dalam tahap memandikannya, terdapat beberapa hal yang sudah diajarkan dalam agama.

Memandikan tubuh manusia yang beragama Islam yang sudah tidak bernyawa memiliki sejumlah aturan atau syariat. Sebenarnya, aturan ini juga bisa saja diberlakukan untuk orang dengan agama apapun lantaran pada hakikatnya hanya untuk pembersihan jenazah.

Agar lebih jelas, simaklah uraian memandikan jenazah berikut ini:memandikan jenazah

Dasar pemandian jenazah

Untuk orang Islam, semua madzab sepakat untuk tetap memandikan jenazah kecuali meninggal dalam keadaan mati syahid.

Pemandian jenazah diketahui pula terdapat dua jenis yaitu pemandian minimal dan pemandian yang sempurna sesuai dengan sunnah.

Untuk pemandian minimal dijelaskan dalam kitab bahwa hanya berupa penyiraman air kepada jenazah untuk menggugurkan kewajiban orang yang masih hidup terhadap jenazah.

Sedangkan untuk pemandian jenazah yang sempurna, terdapat beberapa hal yang perlu dipahami.

Teknis pemandian jenazah

Pemandian jenazah dilakuakn diatas sebuah tempat yang memudahkan misalnya sebuah keranda. Pada intinya, pemandian jenazah dilakukan dengan membersihkan hidung, pantat, menggosok tubuh menggunakan daun bidara, dan menyiramkan air sebanyak 3 kali.

Terdapat pula tambahan ajaran yaitu dengan menekan perut jenazah agar kotoran yang tersisa keluar dan dibersihkan. Lalu untuk orang yang memandikannya, sebaiknya sesuai dengan jenis kelamin jenazah.

Jika orang yang meninggal laki-laki maka yang memandikan adalah laki-laki dan begitu pula sebaiknya. Namun untuk suami dan istri diperbolehkan juga untuk memandikan pasangannya yang telah meninggal.

Hal-hal teknis lainnya

Teknis pemandian jenazah sebenarnya cukup banyak. Misalnya saja kewajiban untuk menyisir rambut dan mengembalikan rambut yang ikut rontok agar bisa ikut juga dikuburkan.

Hal teknis yang sangat rinci ini biasanya jarang diketahui banyak orang. Sunnah untuk memandikan jenazah yang benar mulai dari urutan basuhan dan sebagainya cukup banyak yang harus dipelajari.

Itulah mengapa dianjurkan untuk mempelajarinya lebih dalam dengan benar-benar mempraktikannya. Orang Islam wajib untuk belajar memandikan jenazah dari orang yang mengerti betul agama dan bagaimana tata cara yang benar memandikan jenazah dengan disertai contoh praktiknya.

Pemandian jenazah sering sekali menjadi agenda yang membuat orang menjadi takut. Padahal, jenazah tentu saja hanya orang yang sudah tidak bernyawa dan butuh pertolongan orang yang masih hidup untuk memandikan dan menguburkannya.

Jika tidak belajar memandikan jenazah yang benar maka dikhawatirkan nantinya akan kesusahan saat membutuhkannya. Misalnya jika orangtua meninggal, anggota keluarga meninggal atau orang terdekat lainnya.

Maka dari itu, sebaiknya perlu sekali mempelajari bagaimana cara pemandian jenazah yang benar terutama untuk orang yang beragama Islam agar bisa memandikan orang yang telah meninggal sesuai dengan aturan atau syariat yang berlaku.