Cara Menghitung Persen Bunga Tabungan Disertai Contoh

Dalam dunia perbankan dan finansial lain pada umumnya seperti aktivitas pinjam meminjam atau perkreditan, bunga menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan.

Tak hanya pada saat seseorang akan meminjam uang saja, bunga yang biasanya diwakili melalui persentase tertentu ini juga biasa diperhitungkan oleh orang yang akan membuka rekening tabungan. Bahkan, tak jarang lembaga yang menggunakan persentase bunga ini sebagai kekuatan utama dari layanan yang mereka tawarkan. 

Bagaimana Cara Menghitung Persentase Bunga Tabungan?

Meskipun besaran bunga ini biasanya sangat diperhitungkan oleh orang yang akan mengajukan pinjaman, persentase ini biasanya juga menjadi alasan lain orang memilih layanan bank atau lembaga keuangan tertentu. Selisih tipis saja, orang tak segan memilih layanan yang menawarkan besaran persentase bunga yang paling sesuai.

Namun, sudahkah Anda mengetahui bagaimana cara menghitung besaran bunga tersebut? 

Cara Menghitung Persen Bunga Tabungan

Untuk keperluan tabungan, orang akan memilih layanan yang menawarkan persentase bunga tabungan yang paling tinggi. Meskipun menggunakan layanan dari perusahaan atau lembaga yang sama, bisa saja besaran persentase bunga tabungan yang diterima bisa saja berbeda. biasanya besaran bunga tabungan yang berbeda ini bisa dipengaruhi oleh jumlah saldo dan jenis rekening yang dipilih oleh nasabah.

Inilah alasannya, mengapa Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung persen bunga tabungan. Pada dasarnya, persentase bunga tabungan bisa dirumuskan sebagai berikut: 

Persentase Bunga Tabungan (dalam %) = (Saldo Akhir – Saldo Awal)/ Saldo Awal x 100%

Contoh Soal Perhitungan Persentase Bunga Tabungan

Soal:

Pak Anwar memasukkan uang sebesar Rp.10.000.000 untuk ditabung di Bank ABC di awal Agustus 2019 yang lalu. Ia mendiamkan uang tersebut selama setahun dalam rekening yang tak dikenai biaya bulanan tersebut selama setahun.

Lalu pada Agustus 2020, pak Anwar mengecek saldo melalui mesin ATM dan mendapati bahwa saldonya tersebut menjadi Rp.10.800.000.

Selanjutnya, berapa persen bunga tabungan yang diterima oleh pak Anwar dalam jangka waktu 1 tahun tersebut? 

Jawab:

Untuk mengetahui besaran persentase bunga tabungan pak Anwar tersebut, maka proses perhitungannya dimulai dari menghitung nominal bunga yang didapat, yaitu Rp.10.800.000-Rp.10.000.000 = Rp.800.000. Nominal ini kemudian dibagi dengan  saldo awal yaitu Rp.10.000.000 untuk mengetahui bentuk pecahan desimal dari bunga tabungan tersebut, yang menghasilkan angka 0,08. Desimal ini lalu dikalikan dengan 100% untuk mendapatkan bentuk persentase yang kemudian menghasilkan angka 8%.

Artinya, bunga tabungan  yang diterima oleh pak Anwar dalam jangka waktu selama 1 tahun adalah sebesar 8%.

Dalam skenario lain, misalnya pak Anwar sedang mempertimbangkan bank mana yang memberikan nominal bunga paling besar untuk menyimpan uangnya sebesar Rp.10.000.000 tersebut. Mungkin saja karena ia menginginkan uangnya tersebut bisa memberikan tambahan pemasukan baginya.

Ia berharap bisa mendapatkan sekitar Rp.1 juta setahun dari uangnya tersebut dengan pilihan rekening yang menawarkan besaran bunga bervariasi.

Menggunakan contoh skenario pertama, angka 8% dirasa kurang menguntungkan bagi pak Anwar. Ia pun mencoba mengitung berapa persen bunga tabungan pada rekening yang harus ia pilih.

Caranya pun tak jauh berbeda yaitu dengan nominal bunga yang diharapkan dibagi saldo awal lalu dikalikan 100%, atau sesuai contoh yaitu 1.000.000  ÷ 10.000.000 = 0,1 dikalikan 100% menghasilkan angka 10%.

Dengan begitu, rekening yang menawarkan bunga tabungan 10% atau yang paling mendekati bisa dijadikan sebagai prioritas pak Anwar jika mengincar nominal bunga sebesar Rp.1 juta dari uang Rp.10.000.000 tersebut di tahun depan.

Itulah cara menghitung persen bunga tabungan dilengkapi dengan contoh sederhana agar lebih mudah untuk dipahami.

Jika bunga tabungan biasanya dipilih yang paling tinggi, sebaliknya, bunga pinjaman biasanya dipilih yang paling rendah. Tentu saja tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.